Posted by: Si Kancil on: Oktober 24, 2008
Oleh: Irfan Ari W, S.Pd
(Refleksi 3 Tahun Menjadi Guru Swasta)
Menjadi seorang guru adalah sebuah pilihan yang sangat sulit bagiku. Seorang Guru adalah public figur yang akan menjadi sorotan dari berbagai pihak, baik dari pihak lembaga (sekolah), siswa dan Masyarakat pada umumnya. Maka dari itu seorang guru dituntut sebagai seorang yang perfect minimal ketika berada diantara ketiga kelompok diatas.
Secara keilmuan, menjadi guru bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit. Bekal ilmu yang dipelajari dibangku kuliah sudah cukup untuk menjawab segala tantangan yang ada. Pertama kali ku mengajar yaitu di sebuah YPI di Kab Jember. Tepatnya ku mengajar di MA dan SMP di lembaga tersebut.
Ketika ku terjun kesana, ternyata menjadi seorang guru tak semudah yang dibayangkan. Seorang guru harus dituntut untuk dapat membuat siswa menguasai materi yang diajarkan, tetapi juga harus mampu memberikan masukan tentang perbaikan siswa baik dalam perbaikan sikapnya (moral dan etika) maupun perbaikan pola pikir mereka yaitu membuka wawasan baru bagi siswa dalam hal ini sebagai bagian dari manajemen siswa.
Sebagai contoh, ku pernah didatangi siswa dan menyatakan ketertarikannya kepadaku. Hal ini membuatku berfikir bagaimana cara mengatasinya dan berusaha untuk memanfaatkan situasi ini untuk kepantingan pribadi. Alhamdulillah itu hanya terjadi sekali, dan selanjtnya tidak terjadi lagi.
Seorang guru juga harus menghadapi masalah – masalah yang timbul dengan rekan sekerja ataupun dengan atasan. Hal ini mungkin bisa terjadi dimana saja. Tetapi walaupun masalah seperti ini sudah umum, seorang guru harus tetap dapat menunjukkan kesolidannya untuk pengembangan siswa agar menjadi maksimal. Untuk mengatasi masalah seperti ini biasanya ku lakukan dengan mengurangi intensitas keberadaanku di dalam kantor selama waktu istirahat (kecuali ada pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor) dan berusaha lebih dekat ke siswa, menanyakan persoalan yang mereka hadapi, dll.
Perlu diingat juga, sorang guru tetaplah seorang manusia. Mereka tidak pernah lepas dari persoalan manusia pada umumnya. Mereka pasti memiliki persoalan pribadi masing-masing diluar dunianya sebagai guru. Hal ini yang menyebabkan tak selamanya feeling mengajar guru akan selalu bagus. Maka harus selalu dicari pemecahannya, dan selalu berusaha mengatasinya jika hal ini terjadi.
Berdasar pengalaman selama 3 tahun terakhir, kurasakan bahwa menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Guru harus menghadapi permasalahan yang begitu kompleksnya, baik dari siswa dengan segala dinamikanya, masalah yang bisa timbul dengan rekan sekerja maupun atasan, serta masalah pribadi diluar itu semua, ditambah lagi sorotan masyarakat yang sewaktu-waktu bisa muncul jika melakukan kesalahan.
Kini setelah lebih dari 3 tahun menjadi guru, ku dapat merasakan alangkah nikmatnya menjadi guru. Perasaan ini muncul bukan karena materi yang didapat melimpah, tetapi ku dapat memberikan sesuatu dalam tumbuh kembangnya siswa. Ku juga dapat mengembangkan keilmuanku, bukan hanya dalam keilmuan Matematika seperti Fak-ku, melainkan keilmuan dalam hal pengetahuan umum, moral dan agama yang akan kusampaikan kepada mereka. Sehingga selain ku berusaha memecahkan masalah yang ada pada siswa, ku juga dapat belajar dari masalah – masalah yang dihadapi siswa (dalam hal man manajemen).
Prinsip dalam menjadi guru “Janganlah profesi guru hanya untuk orientasi mencari materi. Seorang guru akan lebih berharga jika mereka dengan ikhlas dan sukarela mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi siswanya”
Prinsip dalam menghadapi masalah “Hadapilah masalahmu dengan cara yang sederhana dan janganlah memperumit (membesar-besarkan) masalah”.